Belajar dari sepasang burung

Di pagi yang cerah karena lembayung yg indah, namun udaranya terasa begitu menyejukkan, aku berdiri di jendela kamar yg sengaja ku buka agar sejuknya udara dapat ku rasakan…
Begitulah rupanya jikalau Allah memberikan kenikmatan pada kita, nikmat yang luar biasa yang jikalau kita hitung takkan mungkin kita dapat mengitungnya, jikalau kita ingin membalas kenikmatan itu takkan mungkin kita akan dapat membalasnya, yang hanya aku dapat lakukan adalah nyanya bersyukur dan slalu mensyukuri nikmat Allah itu, bahkan sampai sampai 31 kali Allah berfirman dalam Surat Ar-rohman “fabi aiyi alla irobbikuma tukaziban” nikmat tuhan mana lagi yang engkau dustakan…
Ketika aku berdiri di jendela, mataku tertuju pada sepasang burung gereja yang sedang berkejar-kejaran dengan riangnya, seakan akan tidak pernah ada beban hidup bagi mereka, yang ada hanyalah bisa hidup senang sesuai dengan kodratnya dan hidup sesuai aturan sang pencipta… Kira kira bisa nggak ya aku seperti burung itu….. yang selalu ceria tanpa beban kehidupan dan slalu bersandar pada ketentuan Allah namun tetap berkarya untuk kelangsungan hidup…..

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: