Pendaftaran Tanah Wakaf

Semenjak Islam datang di Indonesia ibadah wakaf telah diamalkan seiring dengan adat kebiasaan setempat. Harta benda yang diwakafkan lazimnya berbentuk tanah, manakala pelaksanaannya hanya didasarkan kepada kebiasaan-kebiasaan keagamaan. Wakif mewakafkan harta bendanya dilaksanakan secara lisan saja atas dasar saling percaya mempercayai kepada seseorang atau lembaga tertentu.

Masyarakat memandang tidak diperlukan administrasi dalam perwakafan. Tradisi ibadah wakaf demikian menyebabkan perwakafan di Indonesia tidak berkembang secara menggembirakan, utama sekali untuk keperluan masyarakat ramai. Selain dari itu, setelah berlalu beberapa generasi, banyak harta benda wakaf yang bersengketa, bahkan ada harta wakaf yang hilang. Ini terjadi dikarenakan tidak adanya bukti tertulis tentang adanya wakaf tersebut. Sedangkan harta yang diwakafkan lazimnya berbentuk tanah saja, dan umumnya digunakan untuk keperluan masjid, surau, madrasah dan perkuburan.
Dalam rangka memperbaiki sistem perwakafan di Indonesia perlu memperbaiki administrasi perwakafan. Ini dilaksanakan dengan cara mengupayakan tanah-tanah wakaf memiliki sertipikat. Pada tahun 1960 di Indonesia telah diundangkan Undang-Undang Nomor 5. Undang-undang ini mengenai aturan dasar pokok-pokok agraria. Kemudian pemerintah mengeluarkan Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 1977 mengenai Perwakafan Tanah Milik. Perundangan tersebut mengatur berbagai hal mengenai perwakafan khususnya tanah. Selain itu, perundangan ini mengakui adanya sesuatu hak atas tanah yang disebut dengan Sertipikat Hak Milik Wakaf. Adanya sertipikat hak milik wakaf ini memperjelas status hukum kepemilikan harta wakaf. Dengan jelasnya status hukum kepemilikan, akan meminimalkan persoalan-persoalan terhadap harta benda wakaf. Apalagi menurut Hukum Indonesia Sertifikat Hak Milik merupakan bukti kepemilikan yang paling kuat.

Pendaftaran Tanah Wakaf

Dalam rangka memberikan kepastian hukum dan perlindungan hukum Hak Milik Wakaf sesuai dengan peraturan pemerintah No. 24 tahun 1997 tentang pendaftaran tanah, pemerintah wajib mendaftar seluruh bidang tanah di wilayah Indonesia termasuk pendaftaran Tanah Wakaf.

Dalam proses pendaftaran tanah diperlukan adanya kepastian data fisik objek tanahanya (letak, batas, luas, penggunaan), maupun kepastian data yuridis subjek tanah (riwayat, penguasaan dan kepemilikannya serta pihak yang memberi keterangan kebenaran penguasaan tanah tersebut.

Kepastian data fisik dan data yuridis akan menetukan kualitas produk sertipikat dan jaminan dari gugatan pihak lain yang merasa memiliki tanah. Kualitas produk sertipikat tanah semakin mengikat jika masyarakat berpartisipasi aktif dalam proses pendaftaran dan pensetipikatan tanah.

Partisipasi akan terwujud jika masyarakat mempunyai pemahaman tentang nilai manfaat lebih besar jika tanahnya tedaftar dan disertipikatkan. Pemahaman tersebut sangat dipengaruhi oleh persepsi masyarakat tentang manfaat sertipikat Hak atas Tanah.

  1. Asas yang dianut untuk Pendaftaran Tanah.
    1. sederhana: Maksudnya adalah substansinya mudah dibaca atau dipahami oleh semua lapisan warga Negara Indonesia dan juga prosedurnya tidak perlu melewati birokrasi yang berbelit-belit hanya perlu melewati seksi pendaftaran tanah saja
    2. Aman: keamanan disini berarti akan memberikan rasa aman bagi pemegang sertipikat apabila mereka telah melakukan prosedur pendaftaran tanah dengan teliti dan cermat.
    3. Terjangkau: berkaitan dengan kemampuan financial seseorang untuk membayar biaya, khususnya harus memperhatikan agar tidak memberatkan pihak-pihak yang ekonominya lemah. Intinya agar jangan sampai pihak ekonomi lemah tidak melakukan pendaftaran tanah hanya masalah tidak mampu membayar.
    4. Mutahir: setiap data yang berkaitan dengan pendaftaran tanah haruslah data yang terbaru, yang menunjukkan keadaan riil pada saat yang sekarang. Setiap ada perubahan fisik atau benda-benda ditasnya atau hal yuridis atas tanah harus ada datanya (selalu ada perubahan data)
    5. Terbuka: Dokumen-dokumen atau data-data baik fisik maupun yuridis bersifat terbuka dan boleh diketahui masyarakat. Asas ini bertujuan agar bila ada hal-hal yang menyimpang atau disembunyikan dapat diketahui.

2.         Pendaftaran Hak Milik Tanah Wakaf

Hak milik tanah Wakaf merupakan keputusan Badan Pertanahan Nasional, yaitu mengenai Hak Milik atas Tanah Wakaf yang diberikan kepada pemohon, baik yang berasal dari tanah yang sudah ada haknya maupun tanah Negara melalui prosedur perolehan sertipikat hak atas tanah dikantor pertanahan, dengan melengkapi persyaratan permohonan sebagai berikut :

1.      Surat Permohonan;

2.      Fotocopy KTP atau Indentitas diri wakif;

3.      Fotocopy KTP atau Indentitas diri nadzir;

4.      Fotocopy surat pengesahan nadzir;

5.      Fotocopy KTP atau Indentitas diri penerima kuasa disertai dengan surat kuasa, jika permohonannya dikuasakan;

6.      Akta ikrar wakaf;

7.      sertipikat hak atas tanah asli (apabila tanah yang diwakafkan sudah terdaftar), atau

8.      bukti tertulis hak atas tanah lainnya, yakni :

a.   Surat Penguasaan Fisik secara terus menerus selama 20 tahun atau lebih (turun temurun atau alih beralih) yang dibuat oleh pemilik tanah, disaksikan oleh 2 orang saksi yang diketahui oleh kepala desa/lurah, dan

b.   Surat keterangan dari kepala desa/lurah yang disaksikan oleh dua orang saksi dan penguasaannya dibenmarkan oleh pengetua adat setempat.

Mengenai persyaratan permohonan tersebut diatas, disampaikan oleh pemohon kepada kepala kantor pertanahan setempat, yaitu melalui loket penerimaan dengan ketentuan sebagai berikut :

1.   Subjek hak milik tanah wakaf yakni badan kenadziran keagamaan atau badan kenadziran social keagamaan menurut syariat islam yang ditetapkan oleh pemerintah.

2.   Objek hak milik tanah wakaf yakni tanah hak milik yang harus bebas dari segala bentuk persengketaan, perikatan atau pembebanan hak atas tanah.

3.   Tujuan penggunaan hak milik tanah wakaf yakni: untuk keperluan ibadah agama atau social agama menurut syariat islam, misalnya rumah ibadah atau tempat perkuburan orang-orang yang beragama islam.

4.   Cara perolehan hak atas tanah wakaf yakni: melalui pemisahan sebahagian tanah hak milik orang perseorangan atau badan hukum hingga melembaga untuk selamanya yang dituangkan dalam akta ikrar wakaf dihadapan pejabat pembuat akta ikrar wakaf (kepala kantor urusan agama kecamatan setempat).

5.   Persyaratan permohonan sertipikat hak milik tanah wakaf yang berasal dari tanah yang sudah ada haknya, maka dilampirkan sertipikat asli, atau jika berasal dari tanah milik adat atau tanah Negara dilampirkan surat bukti hak atas tanah tertulis lainnya.

6.   setiap photocopy yang dipersyaratkan sudah dilegalisir oleh pejabat yang berwenang.

7.   Setelah surat keputusan hak milik tanah wakaf diterbitkan oleh kantor pertanahan, maka dimohonkan penerbitan sertipikat hak atas tanah tanpa pembayaran BPHTB dan uang pemasukan kepada Negara.

Dasar hukum sehubungan dengan persyaratan perolehan sertipikat hak atas tanah, dengan melalui prosedur perolehan hak milik tanah wakaf, yakni :

1.      Undang-undang No. 5 tahun 1960 tentang peraturan dasar pokok-pokok agraria.

2.      Undang-undang No.41 tahun 2004 tentang wakaf.

3.      Peraturan pemerintah No. 38 tahun 1963 tentang penunjukan badan-badan hukum yang dapat mempunyai hak milik atas tanah

4.      Peraturan pemerintah No. 28 tahun 1977 tentang perwakafan tanah milik.

5.      Peraturan pemeriantah No. 24 tahun 1997 tentang pendaftaran tanah.

6.      Peraturan pemerintah No. 46 tahun 2002 tentang tarif atas jenis penerimaan  Negara bukan pajak yang berlaku pada Badan Pertanahan Nasional.

7.      Peraturan menteri dalam negeri No. 6 tahun 1977

8.      Peraturan menteri Negara agraria/ kepala BPN No.3 tahun 1997 tentang pelaksanaan PP. 24 tahun 1997.

9.      Surat edaran kepala Badan Pertanahan Nasional No. 630.1-2782 tanggal 27 Agustus 1991.

10.Surat edaran kepala Badan Pertanahan Nasional No. 600-1900 tanggal 31 Juli 2003.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: